Resensi Buku : Tay Juhana Pelopor Industri Kelapa

0
533
Buku Tay Juhana "Pelopor Industri Kelapa" (Foto : Kompas)

INDRAGIRI.com – RESENSI – “SELALU sumbang ke masyarakat. Jika tidak bisa sumbang ke masyarakat, jangan jadi beban ke masyarakat”. Ini kalimat pembuka dalam buku yang ditulis Tay Ciaying yang berjudul: Tay Juhana Pelopor Industri Kelapa. Pesan yang sarat makna disampaikan oleh Tay Juhana kepada kepada keluarga dan karyawan yang bekerja di grup perusahaan miliknya. Sebuah perinsip yang ditanamkan dalam dirinya dan putra putrinya sebagai generasi penerus perusahaan yang akan datang.

Sosok Tay Johana: Peria kelahiran Singapura, 28 Oktober 1938. Tepat pada tahun 1967, ia menetapkan diri menjadi warna negara Indonesia, dan negri seribu paret indragiri hilir menjadi tempat ia menetapkan usahanya.

Seorang Tay yang digambarkan dalam buku ini sangat berbeda dengan pengusaha yang berdarah cina kebanyakan. Sejak pertama Mr. Tay menginjakkan kaki di kabupaten Indragiri Hilir, dia tidak punya rasa takut untuk menerobos masuk hutan mempelajari alam setempat, terkadang sendiri terkadang bersama masyarakat, dengan semangat petualang Tay bisa berjalan kaki selama 20 jam dalam sehari menempuh rawa-rawa tampa mengenakan sepatu dan semua ini dilakukan atas dasar ingin mempelajari lingkunagan tanah, iklim, masyarakat yang ada disekitar tersebut.

Tak jarang ketika ia melakukan perjalanan menempuh hutan, bertemu dengan binatang buas, semisal buaya dan sebagainya.

Setelah masuk kenegri seribu paret seorang Tay memiliki mimpi yang besar terhadap kabupaten Inhil, Riau dan Indonesia umumnya. Visi nya mendirikan pabrik pengolahan kelapa bukan sekedar hayalan belaka, saat memperjuangkan lahan marjinal yang basah merata, menjadi padang kelapa terbesar didunia telah terwujud nyata, Tay berharap mampu mendongkrak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan keberhasilan ini pada tanggal 22 November 1991 Tay Juhana dianugrahi Setyalencana Pembangunan oleh presiden Sueharto, yang diserahkan oleh mentri perindustrian dikala itu Ir. Hartarto Satrosoenarto. Presiden Indonesia Soeharto dikala itu menganggap Tay telah berhasil mengembangkan, perindustrian kelapa terpadu di tanah datar, basah dan berawa-rawa di kabupaten indragiri hilir.

Setelah melewati proses panjang Tay dalam membangun perindustrian kelapa sampai ke manca negara, dalam buku ini menceritakan Tay adalah sosok yang suka belajar dan trus belajar, serta mengamati lingkungan dengan penuh hati-hati, meskipun secara otodidak, ini Tay lalukan karna ia tidak sempat mengenyam pendidikan formal, karna ia berhenti dibangku SMP.

Tay sangat menginspirasi bagi seluruh masyarakat, kawan sejawat, sampai ke presiden RI dikala itu. Saat diberi kesempatan bertemu langsung dengan presiden Sueharto, Mr. Tay diberi catatan pribadi oleh presiden yang tertuangkan untuk Tay: “Saudara Tay, kepeloporan sejati memerlukan keuletan yang sepi dari pamrih pribadi. Ttd H.M. Soeharto 05/02/1992” ini lah seorang Tay yang sangat menginspirasi presiden dilaka itu.

Dalam buku ini penulis Tay Ciaying adalah putri tunggal Tay Johana. Setelah mendapatkan gelar Bechelor of Australia, ia bergabung dalam usaha keluarganya, Sambu Group, dibidang perkelapaan.

Tepat pada tanggal 2 januari 2016 di singapura, ayahda Tay Johana dipanggil kembali oleh Tuhan. Atas permintaan beliau, setelah dikremasi, abunya ditaburkan di tanah perkebunan dan air kanal perkebunan kelapa yang dibangun masa hidupnya.

Permintaan ini dilakukan karna kecintaannya pada tanah air Indonesia dan kelapa rakyat Indonesia yang nama tersebut produknya ia sematkan, KARA kepanjangan dari kelapa rakyat.
Dalam mempersiapkan buku ini Tay Ciaying melakukan berbagai macam cara untk mencari data tentang kehidupan sang ayah dalam mendirikan perusahaan dari nol, ia melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh tetua yang masih hidup, dan masyarakat kabupaten Indragiri Hilir yang selalu berdampingan dengannya, disamping itu Tay Ciaying membolak balik melaui agenda lama dan catatan-catatan masa lalu rancangan mengenai perusahaan yang dibuat sendiri dikala itu, dan para setap senior yang masih ada.

Karya buah tangan anak pengusahan yang Gila ini, Gila adalah julukan yang diberikan Sueharto kepada Tay Johana. Sangat menginspirasi, dan mampu memotivasi generasi muda, baginya pengusahan tidak semata-mata menguntungkan diri sendiri, kerja keras sang ayah telah mampu menjadikan hamparan hutan blantara menjadi padang kelapa yang meng hijau, dan tidak merusak alam serta sangat membantu prekonomian masyarakat.

Buku ini mengunakan bahasa yang sangat sederhana dan menarik, pembahasan yang mengalir, serta memberikan penjelasan secara jelas dari bab per bab. Tampak jelas penulis ingin mengajak pembaca bercerita tentang biografi seorang pemuda yang memulai usahanya dari nol sampai menjadi sukses, sertahasil karyanya mampu menembus ke manca negara, dari Kecamatan Tanah Merah, Sunagai Guntung, Pulau burung diantaranya, mampu menerbangkan produknya KARA ke Indonesia, Asia, bahkan telah mencapai 150 negara.

Meskipun tampak sempurna buku ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya kurangnya sosialisasi dikalangan akademik yang ada di kabupaten indragiri hilir, hanya menggunakan kertas buram dan foto yang ada didalamnya tidak berwarna sehingga sulit untuk dinikmati pembaca.

Buku yang berjudul Tay Johana Pelopor Industri Kelapa ini, bila dibandingkan dengan buku-buku sejenis nya, sangat menarik isinya yang memberikan banyak motivasi dan inspirasi dalam kehidupan pertanian khususnya, patut untuk di ikuti bagi calon-calon pengusahan muda, apalagi bergerak dalam dunia perindustrian, jejak langkah yang sangat gemilang.

Kesimpulannya dan saran: buku ini sangat bermanpaan dan layak dibaca, bagi mahasiswa/i akademisi perindustrian pertanian. Dan mempu memberikan pandangan jauh kedepan, serta penuh perjuangan yang sangat menarik disimak. Dari isi buku ini dapat disimpulkan bahwa: untuk mencapai suatu kesuksesan memerlukan perjuangan yang keras teratur dan terukur, kesuksesan yang diceritakan dalam buku ini bukan kerja yang membabi buta tidak terarah, semua nya memiliki rancangan yang terencana dengan baik.

Sebaiknya untuk menarik minat para pembaca buku ini, patut dilakukan pembedahan/sejenisnya dikalangan mahasiswa akademisi, agar mampu menjadi sebuah pemikiran baru dalam sebuah perjuangan membangun perindustrian perkelapaan, 50 tahun bukan usia yang singkat, sebuah perusahaan mampu bertahan dan tak tergoyahkan dalam kondisi ekonomi bisnis yang terkadang kurang stabil, dan pergulatan politik yang terkadang menggelitik.

Resensi Buku judul Buku : Tay Juhana Pelopor Industri Kelapa
Penulis Buku : Tay Ciaying
Penerbit : Penerbit Buku Kompas/ PT. Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit : 2018.
Edisi: Cetak pertama dalam bahasa indonesia,
Halaman : 362 Halaman, 15 x 23 cm
Harga : 79.000

Oleh : Muslim (Mahasiswa STIT Ar-Risalah Guntung Kab. Indragiri Hilir)
Email : muslim6inhil@gmail.com